Dua Wujud Software

Kunci dalam membongkar kejahatan nonfree software ialah memahami 2 wujud software. Kunci ini bagian dari computer science, yang sering tidak dipahami dan sengaja tidak dipahamkan di masyarakat umum. Tanpa mengetahui 2 wujud software, masyarakat umum sangat mudah ditipu dan dikendalikan seenaknya oleh pengembang proprietary software. Maka tulisan ini memberi pengertian 2 wujud software yang berlakuLanjutkan membaca “Dua Wujud Software”

Kumpulan Pranala Perbandingan Keamanan Sistem Operasi Linux dan Windows

Berikut ini kumpulan pranala yang menjelaskan keamanan sistem operasi GNU/Linux (dan Unix/Unix-like pada umumnya) dibandingkan dengan Windows secara internal. Artikel ini pada dasarnya tidak termasuk perbandingan secara eksternal. Artikel ini saya dedikasikan untuk mereka yang meriset mengenai keamanan sistem operasi. Semoga dapat membantu memberikan pranala-pranala yang relevan. Artikel ini tersimpan sebagai kerangka karangan sejak SeptemberLanjutkan membaca “Kumpulan Pranala Perbandingan Keamanan Sistem Operasi Linux dan Windows”

Mengapa GNU/Linux Kebal Malware?

Saya percaya keingintahuan masyarakat tentang alasan keamanan GNU/Linux terhadap malware harus memperoleh jawaban yang sederhana dan jelas. Saya berusaha menyarikan sisi-sisi terpenting yang memang sebabnya GNU/Linux kebal malware, kebal ransomware, dibandingkan sistem operasi Microsoft Windows. Tulisan ini hanyalah ringkasan yang tidak menyertakan seluruh alasan teknis. Semoga ini menjawab kebutuhan masyarakat. 1. Perilaku PengembangnyaKeamanan sebuah produkLanjutkan membaca “Mengapa GNU/Linux Kebal Malware?”

Mengapa GNU/Linux Aman?

Tulisan ini menjelaskan alasan mengapa GNU/Linux aman, dan keamanan GNU/Linux lebih tinggi dibanding Windows. Tulisan ini juga menampakkan alasan yang jelas disertai referensi kenapa Windows tidak aman. Kuncinya cukup 3 poin: kemerdekaan pengguna, hak atas source code, dan power dan control. Dengan 3 kunci ini Anda mampu memahami alasan konkretnya kenapa GNU/Linux aman dan kenapaLanjutkan membaca “Mengapa GNU/Linux Aman?”

Ajakan Meninggalkan Windows Bukanlah Fanatisisme

Fanatisisme (Inggris: fanaticism, fanatic, fanatical) adalah tetap mencintai kesalahan ketika telah jelas kebenaran. Namun ajakan untuk meninggalkan Windows dengan argumentasi yang valid, bukanlah fanatisisme. Ini sama persis dengan ajakan meninggalkan dan menolak virus komputer, bukanlah fanatisisme. Maka sama juga ajakan meninggalkan dan menolak semua nonfree software, bukanlah fanatisisme. Tulisan ini mengajak Anda membersihkan paradigma keliruLanjutkan membaca “Ajakan Meninggalkan Windows Bukanlah Fanatisisme”

Free Software Bukan “Alternatif”, Juga Bukan “Pilihan Utama”, Tetapi Solusi Tunggal

Sebagian orang menyatakan dan mengulang-ulang pernyataan yang sama bahwa “free software adalah alternatif” atau “free software adalah pilihan utama” dengan sering kalinya mereka ganti nama free software dengan nama “open source”. Mereka tidak pernah satu kali pun membandingkan secara jelas antara free software dan nonfree software, bahwa nonfree adalah masalah dan free solusinya satu-satunya, danLanjutkan membaca “Free Software Bukan “Alternatif”, Juga Bukan “Pilihan Utama”, Tetapi Solusi Tunggal”

Format Dokumen Anti Sosial

Nonfree (prorpietary) software itu software yang mengajarkan penggunanya menjadi antisosial. Artinya, surat perjanjiannya (lisensinya: https://notabug.org/mignu/gnu-indonesia/wiki/Lisensi+Windows+vs+Lisensi+GNU+Linux) mempersyaratkan Anda untuk tidak menolong semua orang. Apabila nonfree software tersebut memiliki format dokumen, maka format dokumen itu juga antisosial, sebab dia perantara menuju software yang antisosial. Format dokumen antisosial itulah yang mengunci orang sehingga gagal beralih ke GNU/Linux danLanjutkan membaca “Format Dokumen Anti Sosial”

Free Software dan Keputusan

Kepada orang yang tidak mementingkan pembedaan antara nonfree dan free software saya sampaikan fakta status lisensi software menentukan keputusan pengguna. Apabila status lisensinya free software, maka keputusan pengguna di tangan pengguna. Namun sebaliknya, apabila status lisensinya nonfree software, maka keputusan pengguna di tangan pengembang. Nonfree software menghapus hak pengguna memutuskan menolong diri sendiri dan menolongLanjutkan membaca “Free Software dan Keputusan”

Ilusi Proprietary

Proprietary software adalah masalah sosial. Saya meyakini itu tanpa keraguan dengan bukti nyatanya ransomware. Namun sebelum ransomware pun, saya telah yakin sebab saya mengalaminya, proprietary selalu menciptakan masalah sosial. Dan ilusi proprietary software yang saya ajukan di sini ialah ketidaksadaran pengguna menyalahkan orang yang tidak bersalah. Semoga tulisan ini mencerahkan orang banyak. Tulisan ini satuLanjutkan membaca “Ilusi Proprietary”

Fitur Menipu Anda

Tulisan ini menjabarkan ketimpangan tolok ukur “manfaat teknis” untuk menilai suatu software. Fitur suatu software tercakup dalam manfaat teknis. Bagian dari fitur ialah kemudahan pemakaian, keindahan tampilan, dan kelengkapan kemampuan. Saya akan perlihatkan ukuran ini menipu Anda apabila software itu adalah nonfree. 1. “Edukasi” Secara Tak SadarNonfree software yang Anda gunakan berpuluh tahun “mengedukasi” AndaLanjutkan membaca “Fitur Menipu Anda”

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai